Tampilkan postingan dengan label INTERVIEW. Tampilkan semua postingan

Ai Furihata Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


“Mulai sekarang dan seterusnya, aku ingin mendukung yang lain dan menikmati suasana setiap saat”

Saat kami bersama, kami sering dibilang, “Kalian terlalu berisik (hehe)”. Saat kami bersembilan bertemu, aku sering diusik, lalu semuanya memanggilku maskot. Aku sendiri berpikir begitu. Aku sering mengatakan “apa bisa begitu?” dan “tentu saja”. Kebiasaanku yang sering bilang begitu sering ditiru oleh Shukashuu. Meskipun aku sering diusik, tapi bersama dengan yang lain sangat menyenangkan.

Saat kecil, orang-orang memanggilku dewasa, mereka bilang aku anak yang selalu mengejar untuk menjadi nomor satu. Aku dulu sering bingung dan gugup. Aku sering menyendiri agar tak meninggalkan kesan yang buruk terhadap orang di sekitarku. Aku juga suka menggambar. Saat SMP, aku tertarik untuk menjadi komikus atau animator. Saat sekolah aku sering membahas tentang manga dan anime bersama temanku, beberapa ada yang ingin menjadi pengisi suara. Lalu aku bilang “Baiklah, aku yang menggambar, dan kau yang mengisi suara dari gambarku.” Namun, menjadi pengisi suara memiliki banyak persyaratan. Saat aku menonton kisah seorang pengisi suara, aku menjadi bersemangat “menjadi pengisi suara sangat bagus, ya.” Lalu, setelah lulus sekolah, aku terus bermimpi untuk menjadi seorang pengisi suara.

Setelah aku berhasil menjadi pengisi suara, aku dengar bahwa aku bisa bergabung dengan Love Live! Sunshine!! Aku sangat terharu. Saat aku mendengar kabar bahwa aku lolos audisi. Aku berteriak “yes!” meski aku sedang memegang kopi saat itu. Rasa bahagia, air mata, dan semua perasaan terluapkan (hehe). Aku tidak bisa menahan reaksi yang intens seperti itu.

Ruby adalah gadis yang pemalu dan cengeng, jadi aku sangat khawatir padanya. Namun dia selalu mendambakan Idol sejak kecil. Dia mampu untuk mengeluarkan perasaannya untuk menjadi idol, menurutku dia telah berusaha keras. Ruby memiliki sifat baik yang tidak aku punya. Setelah membandingkan karakterku dengan karakternya, kelihatannya ada beberapa kesamaan antara kami. Sebagai contoh, cara Ruby mengatasi situasi tertentu, cara bernyanyi dengan suara Ruby, dan macam-macam tindakan yang membantuku untuk berperan.

Sebagai tambahan, Ruby adalah gadis yang “Walau hanya seorang saja yang mendukungku, aku akan terus berusaha dan melakukan yang terbaik.” Aku juga berpikiran demikian. Sebagai contoh, aku membalas sendiri beberapa surat penggemar dan menerima hadiah mereka. Penggemar mungkin ingin lebih mengenal Ai Furihata. Aku sangat bersyukur jika ada orang yang ingin lebih mengenalku. Aku berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Agar bisa diterima oleh semua orang, aku terus berusaha dan terus maju.


Saat kami sembilan yang berbeda karakter berkumpul, “semua orang yang saling curiga saat bekerja” adalah salah satu contoh “semua orang bersikap dewasa”. Aku selalu bisa merasakan hal itu. Sungguh tak bisa diterima bagiku jika aku tidak belajar dengan baik. Namun, saat proyek ini dimulai, saat berusaha untuk akrab dengan semuanya, aku mulai memahami mereka. Mereka semua sangat kuat. Aku merasa aku harus lebih berusaha. Mereka semua sungguh berkualitas. Itu karena ada kami sembilan yang belajar untuk terus berusaha. Mulai sekarang dan seterusnya, aku ingin terus bersama yang lain. Kami akan terus berjuang bersama. Terkadang aku dibilang: “kau seperti ibu-ibu”. (hehe)

Ini merupakan pertama kali aku terlibat dalam proyek besar, dan aku sering merasa gelisah. Aku berharap aku bisa terus berkembang. Ada banyak hal yang belum pernah kucoba, dan aku kurang berpengalaman. Aku berharap untuk bisa mengatasi kekuranganku dengan segala kekuatan. Tentu saja penampilanku masih belum sempurna, aku akan terus belajar menari dan menyanyi dengan baik.

Kanako Takatsuki Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


“Setelah mengumpulkan keberanian melangkah maju, duniaku mulai berubah”


Sejak aku sekolah SD, aku bercita-cita untuk menjadi artis. Perlahan tapi pasti, aku mulai berpikir “aku ingin menjadi bintang”. Mungkin aku terlalu ambisius, atau aku terlalu malas (hehe). Saat kelas 2 SD, sekolah mengadakan acara yang melibatkan aktivitas kelas. Tepat di depan teman-teman sekelasku, aku bernyanyi sendirian. Saat itu, aku berpikir untuk mengejar tujuan tersebut, aku harus mendapatkan perhatian.

Setelah aku masuk SMA, aku mulai menyukai lagu-lagu Anime, dan aku pun mulai bekerja di sebuah kafe Anisong. Aku mendengarkan lebih dari 1500 lagu anime, termasuk lagu-lagu dari era Showa. Mulai saat itu, aku bermimpi untuk menjadi penyanyi lagu Anime. Aku berpikir betapa indahnya bisa bekerja di pekerjaan yang terkait dengan Anime. Akhirnya aku tak menduga sekarang bisa menjadi seorang pengisi suara.

Hanamaru-chan suka membaca dan sedikit pemalu. Namun setelah bergabung dengan Aqours bersama teman sekelasnya, Ruby, perasaannya mulai berubah. Selangkah demi selangkah, perhatikanlah perkembangan Hanamaru setelah ia keluar dari cangkangnya.

Bicara soal sifat unik Hanamaru, tentunya adalah dialek “Zura” Hanamaru. Kalau kaget ia mengucapkannya, saat sedih, dan sebagainya. “Zura” merupakan suatu ekspresi. Karena aku juga berasal dari pedesaan, beberapa orang bilang aku memiliki aura gadis desa, jadi aku ingin menyesuaikannya dengan suaraku.

Pengalaman rekaman perdanaku sangat sulit. Pada awalnya, aku hanya berdiri di belakang sambil mengamati akting suara yang lain dan mempelajarinya. Sejak semua itu merupakan pelajaran baru bagiku, aku mulai merasa kurang percaya diri setelah membandingkan diriku dengan yang lain. Mereka berdelapan begitu berbakat dan bertalenta. Aku tak bisa menonjolkan diri pada lingkungan yang seperti itu. Lalu, aku mulai khawatir...

Namun setelah itu. Aku berpartisipasi pada pertunjukan langsung. Dan lagu-lagu berkelompok lebih memiliki banyak bagian dimana aku bisa bernyanyi. Aku akhirnya dapat menonjolkan diri, dan memutuskan untuk tidak membanding-bandingkan diriku dengan yang lain. Lalu, tujuan utamaku tahun ini adalah untuk mengatasi diriku. Aku bekerja keras supaya bisa melampaui diriku sendiri, dan yakin bahwa hanya aku yang bisa memerankan Hanamaru.

Saat aku mulai tak membandingkan diriku dengan yang lain, hal paling penting bagiku adalah bahwa ada orang-orang yang memberiku dukungan. Setelah bertemu langsung dengan para penggemar, menerima surat penggemar, mendengar orang-orang bilang “aku penggemarnya Hanamru!” dan “kami mendukungmu, KING!”. Aku mulai merasa tidak apa-apa untuk menjadi diri sendiri.

Meskipun aku masih memiliki beberapa kekurangan, aku ingin bernyanyi dengan seluruh kemampuanku. Karena Hanamaru berbakat dalam bernyanyi. Aku harus menghayati karakter dan sifatnya, dan menciptakan kesan yang hanya aku yang bisa. Daya tarik Hanamaru pada lagunya adalah “Zura Kawaii” (hehe). Beberapa lagu kami terdapat bagian solo, jadi mohon dengarkan dan apresiasi “zura kawaii”.

Meskipun Hanamaru sedikit bacul, ia akhirnya mengambil langkah pertama karena dorongan sahabatnya, Ruby. Sebenarnya aku juga begitu. Setelah melihat beberapa penampilan waktu SMP, aku mulai bermimpi untuk menjadi artis atau penyanyi. Jika bukan karena itu, aku takkan berani untuk melakukannya dan menyesal selama setahun sebelum masuk ke sekolah pelatihan. Di sekolah pelatihan, setelah mengumpulkan keberanian untuk melangkah maju, duniaku mulai berubah. Kepribadianku juga mulai berubah. Aku berhasrat untuk menghadapi segala macam tantangan. Dengan demikian, Hanamaru juga berani untuk melangkah maju dengan dorongan para anggota Aqours dan ajakan Chika.

Menurutku Love Live! Sunshine!! adalah karya yang mampu mendorong orang-orang untuk berusaha mengejar dan mewujudkan impiannya. Aku juga ingin berkembang bersama Hanamaru untuk mewujudkan impian kami berdua.

Aika Kobayashi Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


"Saat seorang gadis bersinar, ia berubah menjadi malaikat"


Sampai sekarang, aku selalu menjadi penyanyi. Kali ini, saat aku menjadi pengisi suara. Aku harus mahir dalam berakting dan menari. Aku sangat menantikan apakah aku akan memperluas wawasanku. Saat berperan sebagai Yoshiko Tsushima, aku berpikir orang seperti apakah ia, dan bagaimana suara yang pas untuk menggambarkannya. Saat aku berhadapan dengannya, kami akan mencari identitas Yohane bersama.

Karena Yohane menyukai sisi iblis kecilnya, ia mengacaukan perkenalan dirinya saat hari pertama sekolah, sehingga membuatnya susah bergaul dan sering bolos sekolah. Namun, saat memakai identitas Yohane pada acara langsung, aku bisa merasakan perasaan terdalamnya. Kepribadiannya yang bijak, karena ia selalu mengerjakan tugas dengan tepat waktu, itu berarti Yoshiko-chan merupakan anak yang baik (haha).

Saat berperan sebagai Yoshiko, aku harus menggunakan jangkauan vokal yang luas, dan aku sangat menikmatinya. Saat berbicara sebagai Yohane yang menggunakan nada jahatnya, dan mengucapkan kata-kata yang jarang dibilang oleh gadis SMA pada umumnya, sangat sulit untuk dimengerti sehingga harus menggunakan kamus. Sebaliknya, ketika suatu hal aneh terjadi, ia harus menggunakan nada yang tinggi. Oleh karena itu, aku mencoba untuk memisahkan sisi ‘iblis’ dan ‘malaikat’ untuk menggambarkannya.

Saat aku mengisi suaranya, aku juga menggunakan suara yang bervariasi. Misalnya saat bernyanyi sebagai member Aqours, aku menggunakan suara yang imut, karena aku ingin menggambarkan Yoshiko yang bergabung dalam kegiatan School Idol mirip seperti malaikat. Seperti yang kuduga, saat seorang gadis ingin melakukan sesuatu yang ia inginkan, saat itulah ia mulai bersinar dan mampu memotivasi orang lain. Selain itu, sebagai member sub unit Guilty Kiss, gaya bernyanyi Yoshiko juga berubah. Ia bernyanyi sedikit lebih keren. Member sub unit ini termasuk siswi kelas 2 Riko Sakurauchi dan siswi kelas 3 Mari Ohara. Aku berpikir sebagai siswi kelas 1, Yoshiko bisa membentangkan sayapnya lalu berubah menjadi Yohane dan bernyanyi.

Pada PV ‘Kimi No Kokora Wa Kagayaiteru Kai?’, adagan saat Yoshiko menempelkan wajahnya di kaca jendela benar-benar lucu. Walaupun ia kelihatannya kurang tertarik untuk menjadi School Idol, setelah melihat antusiasme dan semangatnya, ia sebenarnya sangat ingin menjadi School Idol. Yoshiko pun menjadi School Idol pada akhirnya, sehingga menurutku gadis ini sangat manis (haha). Pada “Koi ni Naritai Aquarium”, ada adegan yang menunjukkan Yohane tak tertarik menjadi School Idol. Bagiku, Yohane sangat manis pada adegan tersebut, dan aku sangat menyukainya. Senyumannya saat menari dan kedipan matanya juga sungguh manis.

Aku mulai belajar balet saat usia 5 tahun, dan mulai belajar Hip Hop saat aku kelas 3 SD. Aku bisa menerapkan pengalaman itu pada ritme dan gerakan tari seorang Idol. Lalu, latihan yang banyak serta metode menghemat tenaga saat latihan juga sangat membantu. Shuka Saito, member Aqours yang berperan sebagai You Watanabe juga bagus dalam menari. Saat latihan menari, kami berdua sering membantu dan mengajari member lain menari. Namun, karena tim tidak bisa bersatu saat hanya sebagian yang bagus dalam menari, aku merasa kami perlu berlatih lebih keras agar bisa memenuhi standar, serta tidak melakukan gerakan yang tidak perlu.

Pada TV anime, akan ada banyak kesempatan untuk melihat sisi manis Yoshiko baik pada saat ini maupun di masa depan. Walau hanya sedikit adegan yang menjelaskan diri Yoshiko, pada episode 5, Yoshiko memberanikan diri menghadapi teman-temannya untuk mengulang kembali perkenalan diri yang gagal pada awal sekolah. Ia sering mengamati situasi di sekitarnya dengan cermat dan mengkhawatirkan apa yang ada disekililingnya. Jadi ia tidak suka menyendiri sebenarnya. Namun, saat ia sendirian, ia berlagak tak tertarik dengan aktivitas klub. Kepribadian ganda Yoshiko dan Yohane menyebabkan masalah pada dirinya, yang menjadi daya tarik tersendiri bagiku. Lalu, dirinya yang menyukai cokelat dan stroberi juga benar-benar manis (haha). Aku akan senang sekali jika semuanya mendukung Yohane yang memiliki kedua sisi jahat dan baiknya.

Anju Inami Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


“Aku juga ingin melihat dunia yang dilihat oleh Chika-chan”


Ketika Chika-chan berkata "Untuk sementara, Chika Takami adalah pemimpin", kata "sementara" sangat membuatku lega. Aku tidak cocok menjadi pemimpin; Aku menganggap diriku sedikit bodoh dan kikuk. Pada awalnya, aku tak memiliki keyakinan; Aku tak bisa berucap, "Aku akan menjadi pemimpin!". Bagaimanapun, Chika-chan adalah gadis yang riang dan ceria, yang membuatku lebih percaya diri. Menjadi seorang pemimpin memiliki banyak tekanan dan tanggung jawab, dan terkadang aku merasa pesimis terhadap diriku; bahkan dari awal aku mengira, "Aku tak bisa melakukan ini". Tapi itu berkat cara berpikir Chika-chan yang optimis sehingga membuat diriku berubah. Aku ingin merasakan hal yang sama seperti Chika-chan. Saat aku berpikiran begitu, aku menerima banyak keberanian, dan aku ingin berkembang bersama dengannya. keberadaannya adalah alasanku untuk dapat bersungguh-sungguh maju ke depan.

Aku mengira saat aku masih seorang artis dan belajar cara tampil di teater-teater akan memungkinkanku untuk merasakan dunianya Chika-chan. Itu bukan "aku ingin memanfaatkan pengalaman teaterku" melainkan "Aku harus memanfaatkan pengalaman teaterku". Aku mengira untuk menghidupkan penampilan vokal, penampilan fisik juga diperlukan. Love Live! Sunshine!! memiliki PV animasi berkualitas tinggi yang memiliki pemain bernyanyi dan menari, sehingga mereka bisa menikmatinya dengan semua orang. Menurutku karya ini dapat mengirimkan perasaan itu kepada semua orang. Kami harus berlatih menari lebih dari sebulan sebelum kami mampu tampil di depan penonton, dan kami membutuhkan banyak bantuan agar bisa tampil sebagai Aqours. Aku selalu ingin pergi ke dunia yang sama dengan karakter yang aku perankan, untuk melihat pemandangan yang sama seperti dirinya.

Kembali pada bulan Januari lalu, saat aku berdiri di depan penonton pertama kali, aku melihat dunia yang dilihat oleh Chika-chan, yang mengeluarkan perasaan pada diriku yang tak dapat kupahami. Dan dalam sekejap, member lain berdiri di sampingku, serta senyuman dan suara semua orang tersampaikan padaku, dan aku menyadari dimana aku berdiri; Aku akan selalu menjaga perasaan ini jauh di dalam hatiku. Tidak peduli apa yang kita perbuat atau pikirkan, pasti akan ada tekanan dan tanggung jawab. Justru karena hal itulah kita bisa merasakan dan melihat dunia itu.

Aku juga secara bertahap mulai mengidentifikasi Chika-chan. Jika aku tak melakukannya, maka aku takkan bisa menghidupkan dunia Chika-chan. Karena itu, aku terus menggali perasaan dan pandangan Chika-chan, lalu saat aku mengerti, "Karena aku melihat Chika-chan dengan cara ini, aku bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik", aku mengira, "aku bisa lebih dekat dengan Chika-chan!". Hanya dengan mengidentifikasi karakter yang aku perankan maka aku bisa hidup di dunianya, mirip dengan teater, tetapi dengan penambahan sesuatu yang lebih mendalam; meskipun aku belum tahu secara spesifik bagaimana melakukan itu, perasaan itu masih belum bisa kugambarkan.


Sekarang, aku hanya perlu tampil dengan gembira bersama yang lain, bertindak sebagai Chika-chan bersama member Aqours yang lain, bisa melihat dunia seperti "Kita bisa pergi ke tempat seperti ini" atau "Kita bisa melakukan sesuatu seperti ini!?"; perasaan ini membuat hatiku bersemangat. Sehingga semboyan dari Love Live! "Membuat impian semua orang menjadi kenyataan!" benar-benar mewujudkan perasaanku yang sebenarnya. Aku bersyukur dapat merasakan perasaan itu sekarang, dan aku punya perasaan yang membuat diriku ingin terus berjalan. Akan ada banyak kejadian lain dari sekarang, dan aku merasa aku takkan mampu melakukannya dengan sempurna sama sekali. Namun itulah yang sangat aku harapkan. Manusia perlu merasakan rasa sulit agar kehidupan mereka menjadi lebih menarik. Jika ada sesuatu yang dibutuhkan saat mengalami kesulitan, menurutku itu supaya semuanya bersatu dan berusaha bersama-sama. Mulai sekarang, aku ingin memahaminya lebih baik dan menerapkannya dalam praktik. aku ingin membuat ini menjadi sebuah cerita. Dan ketika aku bisa melakukannya, aku ingin tahu dunia seperti apa yang akan dilihat oleh Chika-chan. Memikirkan itu semua membuatku bersemangat.

Rikako Aida Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


"Daripada memaksakan suaraku, aku hanya perlu mengeluarkan suaraku yang khas"



Di antara member Aqours, aku mungkin yang paling sering diusik. Entah kenapa, saat bekerja, aku selalu menghadapi hujan, yang membuat Komiya dan Furihata memberiku julukan "Wanita Hujan". Aku sebenarnya jarang diusik, tapi aku selalu berakhir terusik begitu. Entahlah, tapi aku duga ini ada hubungannya dengan gambarku.

Pada awalnya, aku berpikir untuk menyatukan para member, aku harus berbaur dengan yang lain. Tapi aku takut dengan orang asing, dan suka melakukan hal dengan caraku sendiri, jadi mungkin aku berdiri di belakang yang lain dan lebih menjaga mereka. Adapun tanggung jawabku sebagai pemimpin, aku menyerahkannya kepada Anchan. Tapi, jika ada saat yang lain merasa gugup saat rekaman, aku mendekati mereka dan memberikan mereka semangat. Menurutku jika kita ingin melakukan yang terbaik, kita harus mulai dengan menciptakan suasana yang baik.

Dibandingkan saat pertama kali, para member sudah mulai saling akrab; kami juga akan pergi bersama pada hari libur. Semuanya sudah tidak canggung, dan bertindak seperti sekelompok anak-anak yang baik. Sejak kami bertemu, semuanya termotivasi oleh tekad, "Kita harus mencoba yang terbaik dengan bersatu!", Dan kami pun menjadi cepat akrab.

Aku memainkan peran sebagai murid pindahan Sakurauchi Riko-chan yang pindah dari Tokyo. Pada pandangan pertama, dia memberikan kesan bahwa dia serius dalam tindakannya, dan dewasa. Tetapi sebenarnya, dia bisa menjadi keras kepala, dan tidak mau mendengarkan masukan. Aku juga memiliki sisi yang dapat menolak masukan setelah membuat keputusan, jadi kami sangat mirip dalam hal ini. Nama kami juga sama, jadi kurasa ini sudah ditakdirkan (hehe).

Aku punya pengalaman akting di panggung sebelumnya, tapi ini adalah pertama kalinya aku mendapat peran penting sebagai seiyuu. Akibatnya, ini pertama kalinya aku harus mengucapkan banyak kata selama dubbing, dan aku juga mengalami banyak kesulitan. Pada awalnya, membacakan naskah saja menghabiskan seluruh tenagaku. Tapi, pelan-pelan aku mulai berpikir, "Bagaimana aku harus menyampaikan emosi dari naskah ini?", dan melihat dari sudut pandang Riko-chan. Jadi aku menggali makna dari setiap baris dalam naskah. Setelah aku melakukannya, aku perlahan-lahan mulai mengetahui berbagai sifatnya Riko-chan serta cara berpikirnya. Dan sekaligus membuat proses dubbing menjadi lebih menyenangkan.

Aku memiliki suara yang biasa, terkadang aku iri dengan orang yang memiliki suara yang imut. Tapi, Riko-chan adalah orang yang kalem dan tenang, jadi kurasa itu sesuai dengan suaraku. Karena itu, selama dubbing, daripada memaksakan suaraku, aku hanya mengeluarkan suaraku yang khas, yang ingin aku nilai. Tentu saja, ini tidak berarti bahwa aku mengedepankan egoku saat berekspresi. Aku selalu menghormati dan menempatkan perasaan Riko-chan sebagai nomor satu.

Love Live! memiliki banyak penggemar di mana-mana, yang membuatku merasakan sedikit tekanan, tapi belakangan ini, aku memiliki perasaan yang kuat dan "aku pasti bisa!". Bahkan member Aqours juga terus mengalami kemunduran dalam cerita mereka, serta merasakan kebingungan dan kekhawatiran. Melihat kesedihan mereka, kami juga akan merasakan sedih dalam hati. Namun mereka takkan pernah menyerah. Daripada melihat semua kesulitan mereka. Aku ingin semua orang melihat keras kerja mereka.


Masih banyak cara untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi dan menariku, dan juga banyak hal yang tak dapat kulakukan. Semua ini mengharuskanku untuk melakukan yang terbaik. Meskipun kami masih memiliki banyak kekurangan, untuk mengejar μ’s sang pendahulu kami, kami bersembilan akan bersatu berjuang. Bersama-sama sebagai Aqours, kami akan menjadikan karya kami lebih hidup.

Selain itu, Riko-chan ada di klub seni. Justru berlawanan dengan aku yang buruk dalam seni. Tapi, di anime masih belum ada memperlihatkan karya seni Riko-chan. Aku sangat menantikannya (hehe)

Shuka Saito Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


"Tidak peduli baik itu jungkir balik atau apa pun, jika You-chan melakukannya, begitu juga denganku!"


Gadis yang hobinya latihan beban, yang bakatnya adalah diving, bahkan mampu melakukan jungkir 3,5 putaran, yang sangat aktif dan memiliki fleksibilitas fisik yang tak tertandingi; namanya adalah You Watanabe-chan. Saat pertama aku membaca profil member, kesan pertamaku adalah, "Ah, gadis yang aktif sekali". Aku juga belajar menari sejak kelas 4 SD, dan saat SMP aku bergabung dengan klub Badminton; kami berdua sama-sama aktif, jadi aku cukup mirip dengannya. Meski aku belum mencapai levelnya You. Dia punya mimpi untuk menjadi kapten kapal, sekaligus menjadi School Idol, menurutku You-chan yang mampu mengejar dua tujuan sekaligus benar-benar mengagumkan.

Love Live! Sunshine!! adalah debut pertamaku, sekaligus menjadi tujuan utamaku. Karena aku sering dance sebelum ini, serta ingin bernyanyi dengan profesional. Jadi saat aku sedang kerja paruh waktu dan menerima telepon bahwa aku lolos audisi, aku menangis. Setelah itu, aku yang belum pernah mengambil bagian dalam acara TV Anime, dan itu adalah pertama kalinya aku melakukan pekerjaan itu, jadi itu adalah bagian tersulit bagiku. Aku tak hanya mempertahankan peran vokal, tapi juga harus sinkron dengan animasi, yang mana masalah ini adalah pertama kali kuhadapi. "Pekerjaan ini tak bisa dilakukan oleh orang kikuk, apa aku salah satunya?" pikirku (hehe). Meski aku sudah mengerjakan CD drama sebelumnya, aku hanya membacakan naskah tanpa animasi, jadi aku lebih bebas. Makanya aku belum terbiasa untuk sinkron dengan animasi, dan terburu-buru saat rekaman. Aku mulai terbiasa sekarang, tapi terkadang aku masih merasa kesulitan.

Selain itu, "menjadi seperti You-chan" adalah sesuatu yang aku coba lakukan saat tidak yakin apa yang harus dilakukan. Untuk menjadi image yang energik dan semangat, memberi hormat saat menanggapi orang lain, atau yell-yell "Yousoro!" yang bermakna seperti "aku mengerti" atau "Tidak ada pertanyaan” ini akan membuat orang mengetahui "dedikasinya untuk menjadi seorang kapten". Setelah aku melihat dan memahami setiap sisi yang ada pada You, aku juga melakukan pergerakan tubuh seperti You saat rekaman. Aku sangat semangat melakukannya. Saat You-chan memberi hormat, aku juga ikut menghormat saat rekaman. Asalkan aku bisa lebih dekat dengan You-chan, tak masalah, dan itu membantuku untuk lebih berusaha. Jadi, kalau ada adegan You-chan sedang latihan beban, aku harus ngapain ya .... hehe

Sekarang, aku sering mengikuti beberapa acara sebagai member Aqours, tapi aku takkan pernah lupa event pertama kami pada awal Januari lalu. Walau dengan IEMs, kami bisa mendengar suara penonton dengan jelas. Aku merinding saat itu. Sebelumnya aku juga dance di depan orang, tapi aku belum pernah mendengar teriakan penonton seperti itu. Dan aku juga memahami kesulitan bernyanyi dan menari dalam suatu kelompok. Jika Cuma dance, aku sudah bisa dengan pengalaman yang kudapatkan selama 9 tahun, namun aku juga harus berpikir tentang bernyanyi. Bagaimana jika aku salah menyanyikan liriknya? Bagaimana jika aku melakukan gerakan yang salah? Aku harus memikirkan itu semua saat tampil. Tapi di panggung aku harus tetap tersenyum, yang memerlukan 120% tenagaku. Beginilah menjadi seorang School Idol. Aku tidak memikirkan semua ini dan hanya fokus pada apa yang ada dihadapanku, jadi aku dapat menikmati performa ini.

Ada lebih banyak event lagi kedepannya. tapi persoalannya bukan hanya identitas Saitou Shuka, namun identitas You Watanabe di panggung. Aku berharap diriku bisa menjadi You Watanabe seutuhnya, sehingga penonton melihatku bukan sebagai Saitou Shuka, namun sebagai You Watanabe. Karena gerakan dance yang sama dengan PV, jika skill akrobatis You ditambahkan pada gerakan dance, aku khawatir bagaimana aku melakukannya. Atau aku harus belajar akrobat dahulu? Aku sudah memutuskan akan menghadapi tantangan apa pun, tidak peduli baik itu jungkir balik atau apa pun, jika You-chan melakukannya, begitu juga denganku! Tapi, aku latihan dulu selama 3 bulan (hehe).           

Arisa Komiya Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


"Aku tak mau cuma berpartisipasi dalam drama, film, dan sebagainya. Aku juga ingin mencoba segala macam pertunjukan lain"



Kurosawa Dia adalah ketua OSIS yang perfeksionis, tapi aku bukan tipe seperti itu. Aku juga belum pernah menjadi ketua OSIS atau perwakilan kelas. Kurasa aku ini orang yang santai. Meskipun aku menjadi Host pada beberapa siaran, yang mirip dengan karakter Dia, apa aku benar-benar orang yang dapat diandalkan? Sebaliknya, baru-baru ini aku dengar ada orang yang menyebutku "lusuh". Mungkin karena terkadang aku tidak konsisten, tak tentu arah, dan sebagainya. Sehingga aku mendapatkan gelar aneh begitu.

Karena pembawaanku yang santai, aku tak ingin terikat dengan apapun. Apapun situasinya aku ingin mengambil tantangan dan membuat perasaanku lebih kuat. Meskipun aku seorang artis hingga kini, Aku tak mau cuma berpartisipasi dalam drama, film, dan sebagainya. Aku juga ingin mencoba segala macam pertunjukan lain. Keinginanku untuk menjadi seiyuu dimulai saat aku bekerja dengan salah seorang seiyuu. Meski aku memperhatikan ekspresi dan pergerakanku saat akting, aku melihat untuk pertama kalinya akting hanya dengan suara, dan jika aku mempelajarinya, maka jangkauan aktingku pasti lebih luas? Aku juga menyadari saat film drama ditayangkan pada tengah hari, beberapa ibu rumah tangga sedang mencuci atau mengerjakan tugas lain sambil menonton TV. Dalam situasi ini, telinga akan menyerap banyak informasi, karena itu aku sadar bahwa vokal juga penting dalam suatu permorma. Aku juga menyukai manga, jadi aku bilang langsung pada manajer, "Saya ingin menjadi seorang Seiyuu!". Meski aku tipe orang yang lebih aktif, aku jadi berpikir, "Aku pasti bisa!", semangat pada diriku sangat kuat.

Mungkin karena Dia adalah seorang Nona, ia mengakhiri kalimatnya dengan "desu wa", yang menurutku cukup tegas. Sisi itulah yang paling imut pada dirinya. Lalu, baik itu dalam gerakan atau pola bicaranya, aku ingin semua orang menyadari sesuatu seperti, "Oh, dia benar-benar gadis yang cantik". Sebenarnya, Dia memiliki sisi yang dapat diandalkan karena ia seorang ketua OSIS dan seorang kakak, tapi jika aku mampu untuk mengeluarkan perasaannya yang sebenarnya, maka itu lebih bagus. Kurang adil jika (Kurosawa) Ruby pada dirinya yang biasa bisa membuat orang lain peduli padanya. Namun, karena Dia dan Ruby adalah saudara, pasti ada beberapa kesamaan di antara mereka. Aku ingin memerankan Dia dengan mindset bahwa, jika aku bisa memerankan bukan cuma sisi handalnya, tapi juga seluruh sifatnya, maka itu pasti lebih bagus.

Sudah lebih dari setahun sejak proyek ini dimulai, aku masih ragu apakah semuanya bisa saling percaya. Semuanya bekerja dengan serius, sehingga ada perbedaan pendapat saat pertunjukan atau dance, tapi setelah merundingkannya satu sama lain, semuanya kembali normal keesokan harinya. Meski kelompok ini memiliki 9 orang dengan karakter yang berbeda, namun masih ada kesamaan yang membuat keseimbangan. Saat itu ada sup miso yang dibuat dalam pot setelah rekaman di studio, dan ketika semua orang sudah berkumpul kami pun meminumnya. Meski kami menyukai cokelat, kami juga ingin makan yang asin. Kami memang anak remaja tapi kami tidak terlalu berisik, benar-benar lingkungan yang nyaman.


Saat aku masih seorang artis, aku melakukan hal-hal sendiri, mungkin karena perlawanan dalam diriku sangat kuat. Tapi sekarang aku memiliki teman yang bisa dipercaya, dan perasaanku sungguh kuat untuk maju dan menciptakan hal baru bersama. Semuanya juga memiliki kelebihan masing-masing, dan kami bisa saling mengisi secara positif. Kalau dance, Shukashuu (Saitou Shuka) lebih ahli, kami pun belajar darinya. Kalau bernyanyi, kami belajar dari (Takatsuki) Kanako-chan dan Aikyan (Kobayashi Aika). Menurutku sangat bagus jika kelebihan kami masing-masing saling mengisi kekurangan satu sama lain.

Nanaka Suwa Interview Bahasa Indonesia (BLT Voice Girls 27)


"Mulai saat ini, aku takkan berhenti mencari pengalaman baru dan menjadi dewasa"


Saat aku mendengar hasil audisi, aku tak bisa percaya. Setiap hari sebelum hari itu, aku sangat harap-harap cemas sehingga membuatku gelisah, tapi saat mendengar hasilnya aku tak berkutik, hanya mengira, “apakah ini sungguhan?”. Sampai saat sesi photo shoot bersama yang lain, aku tetap mengira “ini bukan mimpi, kan?”

Sejak proyek ini dimulai, banyak orang bertanya, "Apakah ada tekanan dan kecemasan?", Tapi aku menyaksikan Love Live!, dan kupikir itu adalah karya yang hebat; jika ada pekerjaan tersebut nantinya, aku ingin melamar, itu yang kurencanakan. Jadi bukan hanya tekanan dan kekhawatiran, aku lebih terfokus pada kegembiraan bahwa aku bisa berpartisipasi dalam proyek ini serta "Apa yang akan terjadi dari sekarang?" perasaan semacam itu. Aku melihat sikap terbuka dan santai Kanan Maatsura pada suatu urusan mirip denganku. Aku juga tipe orang yang berbuat dengan caraku sendiri, dan tidak terlalu banyak berpikir, yang membuatku merasa hidup (hehe). Tapi selain itu, kami tidak punya banyak kesamaan, sehingga pada awalnya aku sering. Kelebihannya Kanan adalah diving, dan dia juga menyatakannya dalam CD, "Kelebihanku adalah berenang dan latihan fisik sambil membantu kursus diving keluargaku". Tapi aku tipe anak rumahan yang tak pandai berolahraga (hehe).

Namun aku ingin menyesuaikan diriku dengan Kanan, untuk menggunakan seluruh kemampuanku untuk mengeluarkan keceriaan dan energinya. Saat selesai rekaman, aku menyadari telah memerankan Kanan sebagai kakak yang baik dan protektif. Dia memisahkan diri dari yang lain yang ribut mengobrol dan mengawasi mereka, dan saat mereka ada masalah dia akan muncul dan memberikan saran seperti kakak yang bijaksana. Namun, aku sendiri tidak dewasa seperti dirinya, jadi menurutku tidak apa-apa jika aku berperan seperti seorang kakak dan menunjukkan perasaan yang bersahaja.

Dalam proses untuk menjadi seperti Kanan, aku merasa cara berpikirku berubah. Bahkan jika ada sesuatu yang tak bisa dilakukan, aku terus berusaha sampai aku bisa melakukannya, yang mencerminkan pandanganku yang positif. Saya sendiri tak menyadarinya, tapi para staff bilang, "Kau lebih cerah dan ceria dari sebelumnya, dan tidak malu". Setahun yang lalu tak pernah ada yang bilang begitu padaku. Ternyata ini memang karena pengaruh dari Kanan.

Sejujurnya, saat kau membandingkanku dengan yang lain, tak ada yang luar biasa dariku. Dulu, aku sedikit keras kepala, dan sulit menerima saran dari orang lain. Jika seperti ini, aku tak bisa melihat dari sudut pandang orang lain, dan takkan berubah. Jadi aku ingin memperluas wawasanku, dan mendengar pendapat orang lain. Supaya terus maju, aku pasti akan menghadapi banyak kesulitan, tapi jika aku mampu mengatasi itu semua, maka aku takkan pernah berhenti menambah pengalaman baru. Mulai saat ini, aku takkan berhenti mencari pengalaman baru dan menjadi dewasa.


Tantanganku sekarang adalah mengatasi masalah bernyanyi dan dance.  Aku tak pandai dance sama sekali. Meskipun aku pernah mengambil kelas dance saat sekolah dan perguruan tinggi, seperti jazz dan dance, aku tak bisa dance genre apapun dengan baik, dan teman-temanku harus tinggal untuk membantu latihan. Walau aku selalu sedikit cemas, "Cuma aku saja yang payah, bagaimana jika yang lain kesal?". Tapi semua orang membantuku, memberiku nasihat seperti, “Kalau begini, bakal lebih bagus gak ya?". Dan bukan cuma dance, tapi dalam bernyanyi dan tampil juga. Terima kasih atas kebaikan semuanya, aku bisa melakukannya dan terus berusaha.

Lebih dari setahun sejak proyek ini dimulai, tapi itu masih permulaan, dan aku juga tak ingin berhenti berkembang dan memperdalam hubungan kami sembilan. Kalau kita bisa membuka dunia baru bersama-sama dengan semua orang, menurutku itu pasti keren.

Aina Suzuki Interview Bahasa Indonesia (BLT VOICE GIRLS 27)



Aku yang sekarang adalah sesuatu yang diberikan Mari padaku.

Karena aku menyukai Anime sejak SD, aku bercita-cita bisa menjadi bagian dari industri itu. Hanya saja aku merasa suaraku tidak cocok untuk menjadi seiyuu. Jadi meskipun aku tertarik untuk menjadi seiyuu, aku tak terlalu berharap karena aku kurang percaya diri. Tapi itu berubah ketika aku berada di tahun kedua SMP. Sampai aku seorang siswa SMA, saya berlatih menyanyikan folk song saja, jadi aku menggunakan pengalaman itu di 7th All-Japan Anisong Grand Prix, dan berhasil sampai ke final, yang membuatku semakin cinta pada Anime dan Anisong. Lalu aku putuskan, "aku pasti akan menjadi penyanyi Anisong!", dan segera pindah ke Tokyo setelah aku lulus SMA untuk berlatih.

Di sekolah pelatihan setelah pelajaran rekaman, meskipun aku tak begitu mahir, aku merasa itu sangat menyenangkan. Dan setelah perekaman, aku dengar Horikawa Ryo-san mendengarkannya dan memujiku, dia bilang, "Dia memiliki intuisi yang baik". Tapi aku tetap merasa suaraku tidak cocok untuk seiyuu, aku berpikir, "pasti sulit ya untuk menjadi seiyuu", namun guruku terus memberiku semangat, dia bilang, "Itu salah. Siapapun bisa menjadi seiyuu, apapun jenis suaranya tidak mengapa". Lalu aku mulai memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk berkeyakinan, "Aku juga pasti bisa". Setelah ini terjadi, semangatku mulai membara untuk menjadi seiyuu. Ini adalah pertama kalinya setelah pindah ke Tokyo aku memiliki tujuan ganda, baik menjadi seiyuu maupun penyanyi Anisong.

Aku selalu menyukai Love Live! Jadi saat aku dengar kalau aku dipilih menjadi bagian dari Love Live! Sunshine!!, aku sangat senang dan meneteskan air mata bahagia (hehe). Saya sangat terharu; saat itu aku merasa seperti terbang di dunia mimpi, hampir-hampir tak bisa merasakan dunia nyata di sekelilingku.


Saat pertama kali membaca profil member, Mari Ohara-chan adalah yang paling menarik bagiku, dan aku pikir akan sulit untuk memerankannya. Dia adalah gadis ras campuran yang terlihat sangat imut, dan memimpin orang lain dengan semangatnya. Dia memiliki sifat yang positif, sehingga saat yang lain ragu, dia mampu mendorong mereka untuk maju. Aku pikir dia juga seseorang yang mampu membaca suasana dengan baik. Pada PV Kimi no Kokoro wa Kagayaiteru kai?, ada adegan saat Mari-chan berdiri lama dan memperhatikan yang lain. Aku merasa adegan ini seolah-olah Mari menggenggam semua orang dalam pelukannya. Mari tak selalu kuat, dan aku akan memperhatikan perasaan yang lain dan memikirkan mereka sebelum memerankannya. Jika kau perhatikan adegan itu dengan baik, mungkin kau bisa merasakan kekuatan batin dan kelemahannya Mari.



Di antara mereka sembilan, Mari yang berperan untuk mengurus yang lain. Setahun yang lalu, aku berusaha demi diriku sendiri, dan tak memperhatikan apa yang di sekitarku. Di tengah semua orang yang berusaha untuk meningkatkan skill menari, menyanyi dan sebagainya, aku menyadari bahwa orang lain mempunyai kemampuan yang tak kumiliki, dan sekarang aku mulai belajar dari mereka. Aku khawatir bagaimana untuk membuat semua orang lebih dekat, dan mereka juga berkata padaku, "Sekarang, seperti ini, itu tidak buruk, kan?" Dan kata lain yang sejenis, jadi aku merasa hubungan kami sembilan mulai akrab. Karena berperan sebagai Mari, aku bisa meliat dari sudut pandangnya, dan aku juga lebih peka terhadap sekelilingku. Kau bisa mengatakan bahwa aku yang sekarang adalah apa yang diberikan Mari padaku. Jadi aku juga ingin menggunakan sebagian diriku untuk Mari. Dan jika penonton yang melihat Mari pasti mengira, "Sangat menyenangkan jika Aina Suzuki yang memerankan Mari ya". Aku senang sekali. Demi memberi kegembiraan dan energi untuk semua orang melalui siaran langsung, acara radio dan lain-lain, aku akan melakukannya dengan senang hati, dan kedepannya, yell-yell ku saat manggung adalah: Shiny

Aina Suzuki Interview - Dengeki G's Magazine November 2016 Issue


"Meskipun aku ceroboh, aku ingin menjadi orang yang peduli terhadap teman-temanku sambil terus maju ke depan"

Profil:
Aina Suzuki:
Kelebihannya adalah menyanyikan lagu tradisional. Saat audisi ia menyanyikan lagu Tsugaru Aiya Bushi. Bukan Aina Bushi. Dia suka memasak dan makan makanan kesukaannya, Omurice.

Balon kiri: Bersama semuanya setiap hari adalah pelajaran bagiku
Balon Kanan: Aku Ainya, berperan sebagai Mari-chan

[Setelah aku menggenggam hatinya Mari yang peduli terhadap yang lain, kemudian aku menyadari yang ada di sekelilingku]

-          Pertama, ceritakanlah pada kami alasan Anda untuk bergabung dengan proyek Love Live! Sunshine!!

Dahulu, kakak sepupuku merupakan penggemar Love Live!, dia memperkenalkan lagu muse padaku. Setelah aku mendengarnya, aku merasakan yang energi positif. Karya macam apa in?, pikirku. Lalu aku menonton Anime-nya, dan saat aku melihat Honoka dan yang lain menyanyikan START:DASH!!, aku menangis... Dan setelah itu, aku mulai jatuh hati dengan karya ini. Sejak saat itu, aku tidak pernah menangis lagi saat menonton Anime. Itu sangat menyentuh hatiku, “perjalanan m’s sangat menarik,”, aku menyarankannya pada teman-temanku. Setelah manajerku tahu mengenai audisi Love Live! Sunshine!! yang sedang berjalan, “Kau seharusnya memberitahuku jika kau sangat menyukainya” tuturnya. Aku sangat kaget saat aku tiba-tiba berpartisipasi dalam audisi seiyuu untuk seri yang sangat aku minati, dan aku tidak yakin akan lolos. Tapi kupikir jika aku takut gagal, aku akan menyesalinya seumur hidup, jadi kujawab “aku akan mengikutinya”.

-           Saat Anda tiba di tempat audisi, apa yang Anda rasakan?

Ah! Ahhh! Aku benar-benar gugup! Tempat itu dipenuhi wanita-wanita cantik yang mengantri maupun anak muda yang penuh kesegaran. Ada banyak prospek disana, membuatku merasa aku ditempat yang salah. Pada saat itu, aku masih pendatang baru di kantor yang belum sampai setahun disana, dan penampilanku masih dalam tahap belajar. Tapi karena aku suka menyanyikan lagu tradisional sejak kecil, aku ingin menyanyikan lagu Bokura wa ima no naka de dengan suara terbaikku. Tapi suaraku bergelombang saat bagian penting karena gugup. “Ini tak bisa diterima”, pikirku dengan mood yang muram. Jadi mendengar aku lolos, wajahku berseri-seri, dan aku tak berhenti menangis. Akhirnya aku terbebas dari segala kekhawatiran.

-           Anda lolos audisi dan berperan sebagai Mari Ohara, dan sebagai pemerannya, apa pengalaman yang Anda dapatkan?

Aku punya banyak kesempatan untuk berperan sebagai Mari-chan, dan aku menggali lebih dalam dari diriku. Sebenarnya, sebelum aku berperan sebagai Mari-chan, aku hanya berusaha demi diriku sendiri, dan aku tidak memperhatikan di sekitarku. Khususnya saat aku bingung dalam bekerja. Aku sibuk memikirkan tentang pertunjukan dan event, “Bagaimana caraku melakukannya?” tak ada yang lain. Tapi, semakin aku memahami tentang Mari-chan, dan sambil aku memikirkan tentang kata-kata dan tindakannya, aku melihat sikapnya yang tak kenal susah, dan dia selalu memikirkan teman-temannya dari lubuk hatinya. Dia sebenarnya bukan gadis yang kuat. Tapi demi temannya yang tercinta, dia menjadi lebih kuat. Pada episode 8 dan 9 “Mengecewakan, bukan?” dan “Mijuku DREAMER”, apa kau merasakan sisi kuat pada Mari-chan? Setelah aku menyadarinya, aku sadar bahwa seluruh member Aqours juga mendukungku. Mereka membantuku dari kesulitan. meskipun diriku yang dulu terlalu memikirkan diriku sendiri. Sekarang jika aku merasa bingung, aku ingat orang-orang disekitarku, sehingga aku tak merasa sendiri lagi. Setahun belakangan, aku tidak sendiri lagi, dan saat aku bersama para member Aqours aku bisa berusaha dimanapun.

[Demi latihan melompat, ibuku datang dari rumah untuk membantuku latihan]

-           Sudah sekitar setahun sejak kalian merilis debut CD sebagai member Aqours? Melihat kejadian sejauh ini, bagaimana menurut Anda?

Salah satu kesan yang mendalam bagiku adalah pada saat camp 4 hari 3 malam bersama kesembilan member Aqours untuk rekaman single pertama. Semuanya memasak, lari, bekerja, dan saling menyemangati. Di tengah kegalauan kami tentang masa depan, dan di ambang permulaan proyek ini, ikatan kami terjalin semakin dalam. Aku juga tak bisa melupakan penampilan single pertama Kimi no Kokora wa Kagayaiteru Kai? di Mielparque Hall di depan para fans pada 11 Januari. Aku sangat gugup pada bagian Mari-chan melompati Chika-chan. Sejujurnya, aku pernah gagal melompat saat SMP dan kepalaku terbentur, jadi aku ragu kalau aku bisa melakukannya. Demi seseorang sepertiku, Anchan (Inami Anju), yang tubuhnya aku lompati, membantuku latihan melompat. Dan saat aku pulang ke rumah, aku minta pada ibu, “Bu, ibu mau jadi tumpuanku latihan lompat?”. Dia menerimanya. Aku latihan lebih banyak saat dirumah. Aku akan berusaha untuk meniru adegan di PV, sebagai balasan atas pertolongan Anchan. Terutama supaya para fans bisa melihat penampilan Mari-chan di panggung.

-          Kau benar-benar berlatih dengan keras demi hasilnya! Ngomong-ngomong, apa pendapat anda mengenai Aqours 1st Live pada Februari mendatang?

Live adalah sesuatu yang tak dapat kuungkapkan dengan kata-kata, yang mana kualami saat Numazu Event 7/31. Harapanku pada Love Live! Sayangku pada Mari-chan, rasa syukurku kepada para Fans. Aku pasti akan meluapkan perasaanku yang terkumpul. Dan aku juga ingin menerima perasaan dari para fans. Bersama semuanya, aku ingin menciptakan momen yang penuh dengan senyuman cemerlang.

Download Original Image: Here


Kanako Takatsuki Interview - Dengeki G's Magazine Oktober 2016 Issue

Konnichiwa-zura! Akhirnya selesai juga terjemahan dari Interview Kanako Takatsuki alias "King" seiyuu dari Hanamaru Kunikida. Interview ini dikutip dari majalah Dengeki G's Okteober 2016 zura. Silahkan dinikmati ya zura! ^_^


"Bagiku, hari-hari bersama Aqours adalah hari pertamaku sebagai remaja"

Profil:
Takatsuki Kanako:
Bercita-cita menjadi seorang penyanyi Anisong, dia mulai terkenal sejak memposting videonya di situs video online dan menjadi topik hangat. Makanan favoritnya adalah tulang rawan burung, dia gadis dengan selera orang tua Dia juga suka makan Roti Noppo.

[Latihan fisik dan bernyanyi... Demi mendapatkan kepercayaan diri, aku akan berusaha sekali lagi]

— Bisakah Anda ceritakan alasan untuk bergabung dengan proyek Love Live! Sunshine!!

Aku suka menyanyi sejak masih kecil, dan aku bercita-cita menjadi penyanyi Anisong saat aku SMA. Demi mewujudkan impian itu, aku pergi ke Tokyo untuk melakukan aktivitas Band, lalu mengunggahnya ke Internet. Sejak aku menonton anime Love Live!, aku semakin suka dengan musik. Makanya sejak pertama aku dengar audisi, aku sangat gembira. Ini mungkin kesempatan pertama dan terakhir dalam hidupku. Saat audisi, aku berpikir “Kalau soal bernyanyi, aku takkan kalah dengan siapa pun!”. Tapi kenyataannya, aku langsung kikuk. Aku seperti ditelan suasana saat itu. Banyak gadis menunggu giliran mereka, melihat tangan mereka gemetar juga membuatku gugup. Apalagi saat berhadapan dengan juri. Meskipun aku berlatih dengan keras, suaraku gemetaran saat menyanyikan lagu “Bokura wa ima no naka de” dengan baik. Saat itu aku mengira “Tamatlah riwayatku”. Itu sebabnya saat aku mendapat kabar lolos audisi, aku tidak menyangka sama sekali.

— Setelah melalui audisi yang ketat, sudah sekitar setahun sejak kalian merilis debut CD sebagai member Aqours? Melihat ke masa lalu, apakah ada kejadian yang tak terlupakan?

Sesuatu menjadi puncaknya saat camp 4 hari-3 malam sewaktu rekaman single pertama. Para member lembur dan terus latihan dance. Tapi karena aku belum latihan hingga saat itu, fisikku yang paling lemah. Aku menghindari yang lain dan karena kecerobohanku pergelangan kakiku jadi terkilir, meskipun kami ada tur hari itu. Aah, dari kami bersembilan aku yang paling lemah.
Saat itu aku sangat payah. Dan aku menyadari sesuatu. Meskipun aku tipe orang yang mudah bergaul, namun aku payah dalam kegiatan kelompok sampai aku menjadi anggota Aqours. Sewaktu sekolah aku memiliki aura Lone wolf. Itu semua karena aku berpikir “aku tidak ingin orang di sekitarku tahu bahwa aku seorang pemula dibanding dengan yang lain”. Rasa pesimis itu kemudian hancur saat di camp pelatihan, diriku yang tak berguna diterima oleh mereka berdelapan tidak hanya menyelamatkanku, bahkan mungkin menerobos rasa rendah diriku juga. Saat aku pulang, aku segera latihan fisik dengan tekun.

— Dibandingkan saat anda melakukan debut, sepertinya anda terlihat langsing sekarang, ya?

Ya. Selama latihan fisik, beratku turun 5 Kg. Para fans yang melihat juga memujiku “Kamu terlihat cantik belakangan ini!”. Bahkan sekarang aku masih di bawah asuhan pelatih pribadiku, dan rajin melanjutkan latihanku. Saat aku berdiri di depan fans sewaktu acara, aku ingin tunjukkan pesonaku pada mereka. Itu semua adalah motivasi terbesarku. Terima kasih banyak untuk selalu memperhatikan kami!!. Kemudian, aku juga senang dengan pelajaran nyanyi. Skill bernyanyiku mulai meningkat! Sewaktu acara di Numazu saat kami menyanyikan lagu Aqours, aku sangat terkejut bahwa tubuhku mampu bernyanyi tanpa sesak napas, meskipun kami bernyanyi lebih banyak selama acara itu. Dulu aku takut gagal dalam mencoba hal-hal baru. Tapi karena kegiatan Aqours, aku menyadari dengan bekerja keras akan membentuk kepercayaan diri. Baik kisah μ’s dan Sunshine!!, keduanya mengajari bahwa demi mewujudkan impianmu, setiap hari yang dilalui sangat penting. Dan saat kulihat sekarang, itulah yang telah aku alami. Pada acara Aqours 1st Live mendatang, aku ingin tunjukkan pada fans diriku yang telah berkembang. Jadi aku akan berusaha.

[Jika anda ingin mengungkapkan perasaan terdalam Hanamaru, seperti apa wujudnya? Seiring kasih sayang ada rintangan yang menghadang]

— Selanjutnya mari bahas tentang Hanamaru Kunikida. Apa yang kau rasakan saat menjadi dirinya?

Rasanya seperti balapan dengan tiga kaki... beneran!. Rasanya seperti berjalan dan terjebak di tempat yang sama. Karena aku ingin mendalami karakter Hanamaru. Aku selalu berpikir bagaimana caranya agar perasaannya tersampaikan melalui suaraku. Sejujurnya, aku tak memiliki penampilan yang imut. Jadi aku khawatir suatu saat para Fans dan staff bilang “Kamu gak cocok sebagai pengisi suara Hanamaru”. Belum pernah menjadi pengisi suara, itu juga pengalamanku yang pertama dalam rekaman. Ada juga saat dimana aku tak bisa bicara karena ketegangan yang ekstrim. Tapi saat membaca script anime-nya. Aku jatuh cinta dengan karakter Hanamaru. Dia selalu perhatian pada orang lain daripada dirinya sendiri. Aku sudah jatuh begitu dalam sampai-sampai aku tak ingin menyerahkan perannya dengan yang lain. Khususnya saat rekaman Episode 4 “Perasaan Mereka Berdua”. Aku sangat tersentuh dengan sikap Hanamaru. Dia menunjukkan emosi yang kuat yang tidak ia ungkapkan sampai saat itu, dan memutuskan untuk menjadi School Idol atas kemauannya sendiri. "Terserah apa yang dikatakan orang, demi menyampaikan perasaan Maru-chan, aku akan memerankannya sebisa mungkin.

Download Original Image HD disini

Nanaka Suwa Interview - Dengeki G's Magazine November 2016 Issue (Spesial Hari Ulang Tahun Nanaka Suwa)

Yo Minna. Hari ini tanggal 2 November 2016 bertepatan tanggal ulang tahun seiyuu dari Kanan Matsuura yaitu Nanaka Suwa. Khusus pada hari ulang tahunnya mimin mau ngasih nih translate Bahasa Indonesia Interview Nanaka Suwa dari Majalah Dengeki G's November 2016 Issue. Silahkan dibaca. 

"Ingin membuat adegan yang memuaskan, Tak terhitung rekaman ulang yang kami lakukan bersama Aina. Itu adalah kenangan yang tak terlupakan."

Balon kiri: Punya rambut ponytail seperti Kanan membuatku senang!
Balon kanan: Semuanya, silahkan panggil aku “Suwawa”!

Profil:
Suwa Nanaka
Sesuatu yang membuatnya tersentuh adalah aktingnya bersama Asumi Kana, yang menjadi salah satu pengisi suara anime “Hidemari Sketch”. Makanan kesukaannya adalah Es Krim. Dia menyukai makanan tanpa memperhatikan kondisi perutnya.

[Hari-hari saat aku berusaha untuk menjadi seperti Kanan-chan, kini menjadi sebuah eksistensi dimana aku merasa seperti ada "diri yang lain" pada diriku.]

—  Bisakah anda ceritakan kepada kami alasan untuk bergabung dengan proyek Love Live! Sunshine!!!

Saat aku masih SMP, aku melihat anime Hidemari Sketch yang diproduksi oleh studio anime Shaft, dan itu pertama kali aku sangat menikmati anime. Khususnya suara karakternya yang lucu, yang membuatku sangat nyaman selama percakapan. Dari situlah aku termotivasi untuk menjadi seorang Seiyuu, dan setelah itu aku rajin menghadiri sekolah pelatihan. Pada saat itu, aku tertarik dengan musik, bernyanyi, akting, dan dansa, aku melakukannya sambil belajar di sekolah. Hari berganti hari aku mengikuti segala macam audisi. Ada salah satu audisi yang sangat aku ingin untuk diterima. Itulah Love Live! Sunshine!!. Sebelumnya pun aku juga suka sekali dengan μ’s. Aku suka dengan cara mereka bernyanyi, dance, dan aktingnya. Persaan itu sama seperti yang aku rasakan saat sekolah musik dulu. Ditambah lagi aku juga main game School Idol Festival, dan aku ingin mengejar profesi yang kuimpikan itu.

Hidemari Sketch

— Selama Audisi, apa ada bagian dari Matsuura Kanan yang menarik bagi anda?


Ya, gaya rambut dan pembawaannya meninggalkan bekas dihatiku. Aku merasa akrab bersamanya dibandingkan gadis-gadis lain. Saat Audisi terakhir gaya rambutku kubuat Ponytail dan sangat berharap aku bisa menjadi pengisi suara Kanan (hehe). Tapi ada satu hal yang membuatku ragu, aku menjadi tidak yakin apakah peranku berjalan dengan baik... Aku diet serta berolahraga selama persiapan hari itu, berniat untuk memulai dengan kondisi yang fit, malah aku merasa tidak dewasa dan dipenuhi penyesalan. Pada saat itulah mereka menghubungiku bahwa aku terpilih sebagai pengisi suara Kanan. Aku benar-benar tidak menyangka.

— Sekarang, sudah sekitar setahun sejak kalian merilis CD debut sebagai member Aqours. Berperan sebagai Kanan yang anda dambakan sejak audisi, apakah ada kejadian yang tak terlupakan?

Kenangan berhargaku dengan Kanan tidak terhitung. Pertama, cara Kanan berbicara membuatku bingung. Dia punya ekspresi yang lembut dan karakter yang tenang. Itu sebabnya aku diberi saran “Dia adalah gadis yang jujur. Dia terlihat feminin diluar, namun seperti kakak yang bisa diandalkan”. Aku kaget. Sebelumnya gaya bicaraku pelan dan memiliki karakter yang kurang aktif, aku jadi panik bagaimana caraku memerankannya. Setiap hari kupikirkan caranya untuk berbicara seperti Kanan untuk rekaman trailer TV Anime-nya. Kalau soal karakter, Kanan dan diriku banyak bentrok. Tapi sekarang aku merasa ada kesamaan dengannya, seolah-olah ada “diriku yang lain” pada diriku. Kesan pertamaku dengan Kanan adalah seseorang dengan teman kecilnya, seorang kakak yang tumbuh di sekitar lautan. Tapi saat mulai rekaman buat TV Anime, aku mulai melihat bagian lebih rumit dari karakternya. Meskipun ada segala macam masalah berkumpul dalam hatinya, ia tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Khususnya pada anak kelas 3, dia sangat peduli dengan temannya, dan punya banyak pikiran tapi tak bisa menceritakannya... Aku sendiri juga banyak pikiran dan ketika aku merangkainya menjadi dengan kata-kata dan memikirkan perasaan orang lain. Aku juga tak bisa mengatakan apa-apa, jadi aku paham benar perasaan Kanan. Khususnya pada Episode 9 “Mijuku Dreamer”, perasaan Kanan yang sebenarnya... keinginan, emosi, kesedihan dan semuanya tersampaikan dalam episode tersebut. Ungkapan “Ayo pelukan” dari perkenalan pada single pertama juga disisipkan di episode ini. Jadi proses rekaman Episode 9 itu meninggalkan kesan yang dalam bagiku. Sepanjang seri, Kanan punya banyak dialog dengan Mari, dan aku selalu bersamanya walau kami bercakapan ataupun tidak. Kami berdua ingin membuat adegan yang memuaskan, pengulangan rekaman yang sering terjadi atas arahan sutradara adalah sesuatu yang penting, pengalaman tak terlupakan. Dikelilingi oleh teman dan staff yang terpercaya, TV Anime merupakan pengalaman yang indah bagiku.

[Tangisan tak terduga pada event di Numazu, tidak mungkin rasanya menyembunyikan perasaanku di hadapan rekan-rekanku.]

— Setelah bertemu dengan Kanan, apakah ada bagian dari dirimu yg berubah?

Rasanya aku jadi semangat. Saat aku mengikuti kursus Pengisi suara sewaktu SMP, aku tak percaya diri dan merasa tak ada bakat. Sewaktu SMA aku masuk klub Drama Inggris dan terus mengikuti audisi dan kegiatan lain-lain. Tapi sebenarnya aku sudah putus asa untuk mengubah diriku yang tak memiliki bakat atau rasa percaya diri. Tapi saat berperan sebagai Kanan, aku melihat ia orang yang tegar, pemaaf seluas lautan, dan merasuk dalam diriku. Keramahannya bagaikan angin laut di hari yang cerah. Tekanan pada diriku meningkat. Saat berusaha untuk memahami Kanan, tanpa sengaja seolah-olah kami berdua melangkah bersama-sama. Tanpa terburu-buru, yakin bahwa semuanya akan baik asalkan aku punya pola pikir yang positif. Itulah hal yang diajarkan Kanan padaku. Terlebih lagi adalah dukungan para fans yang selalu memberiku semangat walau aku terjatuh. Aku sangat bersyukur atas semua yang kudapat ini. Baik itu melalui surat, tweet, dan pada event-event. Aku menerima banyak dorongan dari semua orang. Aku tak bisa membalasnya. "Terima kasih yang sebesar-besarnya". Aku bisa merasakan dorongan dari semua orang padaku, dan aku ingin membalasnya. Aqours 1st LIVE yang akan diselenggarakan di Yokohama Arena pada Februari 2017. Aku tak bisa bayangkan seperti apa panggung itu nantinya. Tapi aku ingin Kanan berdiri dengan sinarnya. Jika Kanan mampu eksis pada tahap itu, semoga itu cara yang terbaik untuk membalasnya atas apa yang telah kudapatkan sejauh ini, dan para fans yang telah memberikan cintanya.

— Ngomong-ngomong, saat Event di Numazu pada 31 Juli sewaktu mereka mengumumkan 1st LIVE, pembawaan Suwa yang biasanya tenang saat itu mulai goyah, yang meninggalkan kesan yang cukup kuat.

Saat itu aku merasa tertekan mengingat konser pertama kami. Tapi para member Aqours selalu ada untuk membuang rasa gelisah itu, dan rasa aman itu mulai membuatku menangis. Kami sembilan sudah berjuang untuk sampai disini. Sudah sekitar setahun setengah sejak debut, dan tidak mungkin untuk menyembunyikan perasaanmu di depan rekan sendiri. Atau lebih tepatnya, itu baik-baik saja bahkan jika kau tidak menyembunyikan perasaanmu. Baik sebagai saingan dan teman baik yang aku punya, menempatkan kekuatan kami bersama. Ketika kami membentuk lingkaran di atas panggung Mielparque Hall pada 11 January 11 aku ingin mengejar mimpi dalam hatiku. Aku yakin 1st LIVE adalah langkah pertama menuju mimpi itu.

Suwawa Mewek :'(


Download Scan versi HD DISINI

- Copyright © Yu-Music! - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -