Tampilkan postingan dengan label Dengeki G's Magazine. Tampilkan semua postingan
Aina Suzuki Interview - Dengeki G's Magazine November 2016 Issue
"Meskipun aku ceroboh, aku ingin menjadi orang yang peduli
terhadap teman-temanku sambil terus maju ke depan"
Profil:
Aina Suzuki:
Kelebihannya adalah menyanyikan lagu tradisional. Saat audisi
ia menyanyikan lagu Tsugaru Aiya Bushi.
Bukan Aina Bushi. Dia suka memasak dan makan makanan kesukaannya, Omurice.
Balon kiri: Bersama semuanya setiap hari adalah pelajaran bagiku
Balon Kanan: Aku Ainya, berperan sebagai Mari-chan
[Setelah aku
menggenggam hatinya Mari yang peduli terhadap yang lain, kemudian aku menyadari
yang ada di sekelilingku]
- — Pertama, ceritakanlah pada kami alasan Anda untuk
bergabung dengan proyek Love Live! Sunshine!!
Dahulu, kakak sepupuku merupakan penggemar Love
Live!, dia memperkenalkan lagu muse padaku. Setelah aku mendengarnya, aku
merasakan yang energi positif. Karya macam apa in?, pikirku. Lalu aku menonton
Anime-nya, dan saat aku melihat Honoka dan yang lain menyanyikan START:DASH!!,
aku menangis... Dan setelah itu, aku mulai jatuh hati dengan karya ini. Sejak
saat itu, aku tidak pernah menangis lagi saat menonton Anime. Itu sangat menyentuh
hatiku, “perjalanan m’s sangat menarik,”, aku menyarankannya pada
teman-temanku. Setelah manajerku tahu mengenai audisi Love Live! Sunshine!! yang
sedang berjalan, “Kau seharusnya memberitahuku jika kau sangat menyukainya”
tuturnya. Aku sangat kaget saat aku tiba-tiba berpartisipasi dalam audisi seiyuu untuk seri yang sangat aku
minati, dan aku tidak yakin akan lolos. Tapi kupikir jika aku takut gagal, aku
akan menyesalinya seumur hidup, jadi kujawab “aku akan mengikutinya”.
- — Saat Anda tiba di tempat audisi, apa yang Anda rasakan?
Ah! Ahhh! Aku benar-benar gugup! Tempat itu
dipenuhi wanita-wanita cantik yang mengantri maupun anak muda yang penuh
kesegaran. Ada banyak prospek disana, membuatku merasa aku ditempat yang salah.
Pada saat itu, aku masih pendatang baru di kantor yang belum sampai setahun
disana, dan penampilanku masih dalam tahap belajar. Tapi karena aku suka
menyanyikan lagu tradisional sejak kecil, aku ingin menyanyikan lagu Bokura wa ima no naka de dengan suara
terbaikku. Tapi suaraku bergelombang saat bagian penting karena gugup. “Ini tak
bisa diterima”, pikirku dengan mood yang muram. Jadi mendengar aku lolos,
wajahku berseri-seri, dan aku tak berhenti menangis. Akhirnya aku terbebas dari
segala kekhawatiran.
- — Anda lolos audisi dan berperan sebagai Mari Ohara,
dan sebagai pemerannya, apa pengalaman yang Anda dapatkan?
Aku punya banyak kesempatan untuk berperan
sebagai Mari-chan, dan aku menggali lebih dalam dari diriku. Sebenarnya,
sebelum aku berperan sebagai Mari-chan, aku hanya berusaha demi diriku sendiri,
dan aku tidak memperhatikan di sekitarku. Khususnya saat aku bingung dalam
bekerja. Aku sibuk memikirkan tentang pertunjukan dan event, “Bagaimana caraku
melakukannya?” tak ada yang lain. Tapi, semakin aku memahami tentang Mari-chan,
dan sambil aku memikirkan tentang kata-kata dan tindakannya, aku melihat
sikapnya yang tak kenal susah, dan dia selalu memikirkan teman-temannya dari
lubuk hatinya. Dia sebenarnya bukan gadis yang kuat. Tapi demi temannya yang
tercinta, dia menjadi lebih kuat. Pada episode 8 dan 9 “Mengecewakan, bukan?”
dan “Mijuku DREAMER”, apa kau merasakan sisi kuat pada Mari-chan? Setelah aku
menyadarinya, aku sadar bahwa seluruh member Aqours juga mendukungku. Mereka membantuku
dari kesulitan. meskipun diriku yang dulu terlalu memikirkan diriku sendiri. Sekarang
jika aku merasa bingung, aku ingat orang-orang disekitarku, sehingga aku tak
merasa sendiri lagi. Setahun belakangan, aku tidak sendiri lagi, dan saat aku
bersama para member Aqours aku bisa berusaha dimanapun.
[Demi
latihan melompat, ibuku datang dari rumah untuk membantuku latihan]
- — Sudah sekitar setahun sejak kalian merilis debut
CD sebagai member Aqours? Melihat kejadian sejauh ini, bagaimana menurut Anda?
Salah satu kesan yang mendalam bagiku
adalah pada saat camp 4 hari 3 malam bersama kesembilan member Aqours untuk
rekaman single pertama. Semuanya memasak, lari, bekerja, dan saling
menyemangati. Di tengah kegalauan kami tentang masa depan, dan di ambang
permulaan proyek ini, ikatan kami terjalin semakin dalam. Aku juga tak bisa
melupakan penampilan single pertama Kimi no
Kokora wa Kagayaiteru Kai? di Mielparque Hall di depan para fans pada 11 Januari.
Aku sangat gugup pada bagian Mari-chan melompati Chika-chan. Sejujurnya, aku
pernah gagal melompat saat SMP dan kepalaku terbentur, jadi aku ragu kalau aku
bisa melakukannya. Demi seseorang sepertiku, Anchan (Inami Anju), yang tubuhnya
aku lompati, membantuku latihan melompat. Dan saat aku pulang ke rumah, aku
minta pada ibu, “Bu, ibu mau jadi tumpuanku latihan lompat?”. Dia menerimanya. Aku
latihan lebih banyak saat dirumah. Aku akan berusaha untuk meniru adegan di PV,
sebagai balasan atas pertolongan Anchan. Terutama supaya para fans bisa melihat
penampilan Mari-chan di panggung.
- — Kau benar-benar berlatih dengan keras demi
hasilnya! Ngomong-ngomong, apa pendapat anda mengenai Aqours 1st Live pada
Februari mendatang?
Live adalah sesuatu yang tak dapat
kuungkapkan dengan kata-kata, yang mana kualami saat Numazu Event 7/31. Harapanku
pada Love Live! Sayangku pada Mari-chan, rasa syukurku kepada para Fans. Aku pasti
akan meluapkan perasaanku yang terkumpul. Dan aku juga ingin menerima perasaan
dari para fans. Bersama semuanya, aku ingin menciptakan momen yang penuh dengan
senyuman cemerlang.
Download Original Image: Here
Kanako Takatsuki Interview - Dengeki G's Magazine Oktober 2016 Issue
Konnichiwa-zura! Akhirnya selesai juga terjemahan dari Interview Kanako Takatsuki alias "King" seiyuu dari Hanamaru Kunikida. Interview ini dikutip dari majalah Dengeki G's Okteober 2016 zura. Silahkan dinikmati ya zura! ^_^
"Bagiku, hari-hari bersama Aqours adalah hari pertamaku
sebagai remaja"
Profil:
Takatsuki Kanako:
Bercita-cita menjadi seorang
penyanyi Anisong, dia mulai terkenal sejak memposting videonya di situs video
online dan menjadi topik hangat. Makanan favoritnya adalah tulang rawan burung,
dia gadis dengan selera orang tua ☆ Dia juga suka makan Roti Noppo.
[Latihan fisik dan bernyanyi... Demi mendapatkan kepercayaan diri, aku
akan berusaha sekali lagi]
— Bisakah Anda ceritakan alasan
untuk bergabung dengan proyek Love Live! Sunshine!!
Aku suka menyanyi sejak masih
kecil, dan aku bercita-cita menjadi penyanyi Anisong saat aku SMA. Demi
mewujudkan impian itu, aku pergi ke Tokyo untuk melakukan aktivitas Band, lalu
mengunggahnya ke Internet. Sejak aku menonton anime Love Live!, aku semakin
suka dengan musik. Makanya sejak pertama aku dengar audisi, aku sangat gembira.
Ini mungkin kesempatan pertama dan terakhir dalam hidupku. Saat audisi, aku
berpikir “Kalau soal bernyanyi, aku takkan kalah dengan siapa pun!”. Tapi
kenyataannya, aku langsung kikuk. Aku seperti ditelan suasana saat itu. Banyak
gadis menunggu giliran mereka, melihat tangan mereka gemetar juga membuatku
gugup. Apalagi saat berhadapan dengan juri. Meskipun aku berlatih dengan keras,
suaraku gemetaran saat menyanyikan lagu “Bokura wa ima no naka de” dengan baik.
Saat itu aku mengira “Tamatlah riwayatku”. Itu sebabnya saat aku mendapat kabar
lolos audisi, aku tidak menyangka sama sekali.
— Setelah melalui audisi yang
ketat, sudah sekitar setahun sejak kalian merilis debut CD sebagai member
Aqours? Melihat ke masa lalu, apakah ada kejadian yang tak terlupakan?
Sesuatu menjadi puncaknya saat
camp 4 hari-3 malam sewaktu rekaman single pertama. Para member lembur dan
terus latihan dance. Tapi karena aku belum latihan hingga saat itu, fisikku
yang paling lemah. Aku menghindari yang lain dan karena kecerobohanku
pergelangan kakiku jadi terkilir, meskipun kami ada tur hari itu. Aah, dari
kami bersembilan aku yang paling lemah.
Saat itu aku sangat payah. Dan
aku menyadari sesuatu. Meskipun aku tipe orang yang mudah bergaul, namun aku
payah dalam kegiatan kelompok sampai aku menjadi anggota Aqours. Sewaktu
sekolah aku memiliki aura Lone wolf.
Itu semua karena aku berpikir “aku tidak ingin orang di sekitarku tahu bahwa
aku seorang pemula dibanding dengan yang lain”. Rasa pesimis itu kemudian
hancur saat di camp pelatihan, diriku yang tak berguna diterima oleh mereka
berdelapan tidak hanya menyelamatkanku, bahkan mungkin menerobos rasa rendah
diriku juga. Saat aku pulang, aku segera latihan fisik dengan tekun.
— Dibandingkan saat anda
melakukan debut, sepertinya anda terlihat langsing sekarang, ya?
Ya. Selama latihan fisik, beratku
turun 5 Kg. Para fans yang melihat juga memujiku “Kamu terlihat cantik belakangan
ini!”. Bahkan sekarang aku masih di bawah asuhan pelatih pribadiku, dan rajin
melanjutkan latihanku. Saat aku berdiri di depan fans sewaktu acara, aku ingin
tunjukkan pesonaku pada mereka. Itu semua adalah motivasi terbesarku. Terima
kasih banyak untuk selalu memperhatikan kami!!. Kemudian, aku juga senang
dengan pelajaran nyanyi. Skill bernyanyiku mulai meningkat! Sewaktu acara di
Numazu saat kami menyanyikan lagu Aqours, aku sangat terkejut bahwa tubuhku
mampu bernyanyi tanpa sesak napas, meskipun kami bernyanyi lebih banyak selama
acara itu. Dulu aku takut gagal dalam mencoba hal-hal baru. Tapi karena
kegiatan Aqours, aku menyadari dengan bekerja keras akan membentuk kepercayaan
diri. Baik kisah μ’s dan Sunshine!!, keduanya mengajari bahwa demi mewujudkan
impianmu, setiap hari yang dilalui sangat penting. Dan saat kulihat sekarang,
itulah yang telah aku alami. Pada acara Aqours 1st Live mendatang, aku ingin tunjukkan
pada fans diriku yang telah berkembang. Jadi aku akan berusaha.
[Jika anda ingin mengungkapkan perasaan terdalam Hanamaru, seperti apa
wujudnya? Seiring kasih sayang ada rintangan yang menghadang]
— Selanjutnya mari bahas tentang
Hanamaru Kunikida. Apa yang kau rasakan saat menjadi dirinya?
Rasanya seperti balapan dengan
tiga kaki... beneran!. Rasanya seperti berjalan dan terjebak di tempat yang
sama. Karena aku ingin mendalami karakter Hanamaru. Aku selalu berpikir
bagaimana caranya agar perasaannya tersampaikan melalui suaraku. Sejujurnya,
aku tak memiliki penampilan yang imut. Jadi aku khawatir suatu saat para Fans
dan staff bilang “Kamu gak cocok sebagai pengisi suara Hanamaru”. Belum pernah
menjadi pengisi suara, itu juga pengalamanku yang pertama dalam rekaman. Ada
juga saat dimana aku tak bisa bicara karena ketegangan yang ekstrim. Tapi saat
membaca script anime-nya. Aku jatuh cinta dengan karakter Hanamaru. Dia selalu
perhatian pada orang lain daripada dirinya sendiri. Aku sudah jatuh begitu
dalam sampai-sampai aku tak ingin menyerahkan perannya dengan yang lain.
Khususnya saat rekaman Episode 4 “Perasaan Mereka Berdua”. Aku sangat tersentuh
dengan sikap Hanamaru. Dia menunjukkan emosi yang kuat yang tidak ia ungkapkan
sampai saat itu, dan memutuskan untuk menjadi School Idol atas kemauannya sendiri.
"Terserah apa yang dikatakan orang, demi menyampaikan perasaan Maru-chan,
aku akan memerankannya sebisa mungkin.
Download Original Image HD disini
Nanaka Suwa Interview - Dengeki G's Magazine November 2016 Issue (Spesial Hari Ulang Tahun Nanaka Suwa)
Yo Minna. Hari ini tanggal 2 November 2016 bertepatan tanggal ulang tahun seiyuu dari Kanan Matsuura yaitu Nanaka Suwa. Khusus pada hari ulang tahunnya mimin mau ngasih nih translate Bahasa Indonesia Interview Nanaka Suwa dari Majalah Dengeki G's November 2016 Issue. Silahkan dibaca.
"Ingin membuat adegan yang memuaskan, Tak terhitung rekaman
ulang yang kami lakukan bersama Aina. Itu adalah kenangan yang tak terlupakan."
Balon kiri: Punya rambut ponytail seperti Kanan
membuatku senang!
Balon kanan: Semuanya, silahkan panggil aku “Suwawa”!
Profil:
Suwa Nanaka
Sesuatu yang membuatnya tersentuh adalah aktingnya bersama
Asumi Kana, yang menjadi salah satu pengisi suara anime “Hidemari Sketch”. Makanan kesukaannya adalah Es Krim. Dia menyukai
makanan tanpa memperhatikan kondisi perutnya.
[Hari-hari saat aku berusaha untuk menjadi seperti Kanan-chan,
kini menjadi sebuah eksistensi dimana aku merasa seperti ada "diri yang
lain" pada diriku.]
— Bisakah
anda ceritakan kepada kami alasan untuk bergabung dengan proyek Love Live! Sunshine!!!
Saat aku masih SMP, aku melihat
anime Hidemari Sketch yang diproduksi
oleh studio anime Shaft, dan itu
pertama kali aku sangat menikmati anime. Khususnya suara karakternya yang lucu,
yang membuatku sangat nyaman selama percakapan. Dari situlah aku termotivasi
untuk menjadi seorang Seiyuu, dan setelah itu aku rajin menghadiri sekolah
pelatihan. Pada saat itu, aku tertarik dengan musik, bernyanyi, akting, dan
dansa, aku melakukannya sambil belajar di sekolah. Hari berganti hari aku mengikuti
segala macam audisi. Ada salah satu audisi yang sangat aku ingin untuk
diterima. Itulah Love Live! Sunshine!!. Sebelumnya pun aku juga suka sekali
dengan μ’s. Aku suka dengan cara mereka bernyanyi, dance, dan aktingnya.
Persaan itu sama seperti yang aku rasakan saat sekolah musik dulu. Ditambah
lagi aku juga main game School Idol
Festival, dan aku ingin mengejar profesi yang kuimpikan itu.
Hidemari Sketch
— Selama Audisi, apa ada bagian dari Matsuura Kanan
yang menarik bagi anda?
Ya, gaya rambut dan pembawaannya meninggalkan bekas
dihatiku. Aku merasa akrab bersamanya dibandingkan gadis-gadis lain. Saat Audisi
terakhir gaya rambutku kubuat Ponytail dan
sangat berharap aku bisa menjadi pengisi suara Kanan (hehe). Tapi ada satu hal
yang membuatku ragu, aku menjadi tidak yakin apakah peranku berjalan dengan
baik... Aku diet serta berolahraga selama persiapan hari itu, berniat untuk
memulai dengan kondisi yang fit, malah aku merasa tidak dewasa dan dipenuhi
penyesalan. Pada saat itulah mereka menghubungiku bahwa aku terpilih sebagai
pengisi suara Kanan. Aku benar-benar tidak menyangka.
— Sekarang,
sudah sekitar setahun sejak kalian merilis CD debut sebagai member Aqours. Berperan sebagai Kanan yang anda dambakan sejak audisi, apakah ada kejadian yang tak
terlupakan?
Kenangan berhargaku dengan Kanan
tidak terhitung. Pertama, cara Kanan berbicara membuatku bingung. Dia punya
ekspresi yang lembut dan karakter yang tenang. Itu sebabnya aku diberi saran “Dia
adalah gadis yang jujur. Dia terlihat feminin diluar, namun seperti kakak yang
bisa diandalkan”. Aku kaget. Sebelumnya gaya bicaraku pelan dan memiliki karakter
yang kurang aktif, aku jadi panik bagaimana caraku memerankannya. Setiap hari
kupikirkan caranya untuk berbicara seperti Kanan untuk rekaman trailer TV
Anime-nya. Kalau soal karakter, Kanan dan diriku banyak bentrok. Tapi sekarang
aku merasa ada kesamaan dengannya, seolah-olah ada “diriku yang lain” pada
diriku. Kesan pertamaku dengan Kanan adalah seseorang dengan teman kecilnya,
seorang kakak yang tumbuh di sekitar lautan. Tapi saat mulai rekaman buat TV
Anime, aku mulai melihat bagian lebih rumit dari karakternya. Meskipun ada
segala macam masalah berkumpul dalam hatinya, ia tak bisa mengungkapkannya dengan
kata-kata. Khususnya pada anak kelas 3, dia sangat peduli dengan temannya, dan punya
banyak pikiran tapi tak bisa menceritakannya... Aku sendiri juga banyak pikiran
dan ketika aku merangkainya menjadi dengan kata-kata dan memikirkan perasaan
orang lain. Aku juga tak bisa mengatakan apa-apa, jadi aku paham benar perasaan
Kanan. Khususnya pada Episode 9 “Mijuku
Dreamer”, perasaan Kanan yang sebenarnya... keinginan, emosi, kesedihan dan
semuanya tersampaikan dalam episode tersebut. Ungkapan “Ayo pelukan” dari
perkenalan pada single pertama juga disisipkan di episode ini. Jadi proses
rekaman Episode 9 itu meninggalkan kesan yang dalam bagiku. Sepanjang seri,
Kanan punya banyak dialog dengan Mari, dan aku selalu bersamanya walau kami
bercakapan ataupun tidak. Kami berdua ingin membuat adegan yang memuaskan, pengulangan
rekaman yang sering terjadi atas arahan sutradara adalah sesuatu yang penting,
pengalaman tak terlupakan. Dikelilingi oleh teman dan staff yang terpercaya, TV
Anime merupakan pengalaman yang indah bagiku.
[Tangisan tak terduga pada event
di Numazu, tidak mungkin rasanya menyembunyikan perasaanku di hadapan rekan-rekanku.]
— Setelah
bertemu dengan Kanan, apakah ada bagian dari dirimu yg berubah?
Rasanya aku jadi semangat. Saat aku
mengikuti kursus Pengisi suara sewaktu SMP, aku tak percaya diri dan merasa tak
ada bakat. Sewaktu SMA aku masuk klub Drama Inggris dan terus mengikuti audisi dan kegiatan lain-lain. Tapi sebenarnya aku sudah putus asa untuk mengubah
diriku yang tak memiliki bakat atau rasa percaya diri. Tapi saat berperan
sebagai Kanan, aku melihat ia orang yang tegar, pemaaf seluas lautan, dan merasuk dalam
diriku. Keramahannya bagaikan angin laut di hari yang cerah. Tekanan pada
diriku meningkat. Saat berusaha untuk memahami Kanan, tanpa sengaja seolah-olah
kami berdua melangkah bersama-sama. Tanpa terburu-buru, yakin bahwa semuanya akan
baik asalkan aku punya pola pikir yang positif. Itulah hal yang diajarkan Kanan
padaku. Terlebih lagi adalah dukungan para fans yang selalu memberiku semangat
walau aku terjatuh. Aku sangat bersyukur atas semua yang kudapat ini. Baik
itu melalui surat, tweet, dan pada event-event. Aku menerima banyak dorongan
dari semua orang. Aku tak bisa membalasnya. "Terima kasih yang sebesar-besarnya".
Aku bisa merasakan dorongan dari semua orang padaku, dan aku ingin membalasnya.
Aqours 1st LIVE yang akan
diselenggarakan di Yokohama Arena pada Februari 2017. Aku tak bisa bayangkan
seperti apa panggung itu nantinya. Tapi aku ingin Kanan berdiri dengan
sinarnya. Jika Kanan mampu eksis pada tahap itu, semoga itu cara yang terbaik untuk
membalasnya atas apa yang telah kudapatkan sejauh ini, dan para fans yang telah
memberikan cintanya.
— Ngomong-ngomong, saat Event di
Numazu pada 31 Juli sewaktu mereka mengumumkan 1st LIVE, pembawaan Suwa yang biasanya tenang saat itu mulai goyah,
yang meninggalkan kesan yang cukup kuat.
Saat itu aku merasa tertekan
mengingat konser pertama kami. Tapi para member Aqours selalu ada untuk membuang
rasa gelisah itu, dan rasa aman itu mulai membuatku menangis. Kami sembilan
sudah berjuang untuk sampai disini. Sudah sekitar setahun setengah sejak debut,
dan tidak mungkin untuk menyembunyikan perasaanmu di depan rekan sendiri. Atau lebih
tepatnya, itu baik-baik saja bahkan jika kau tidak menyembunyikan perasaanmu. Baik
sebagai saingan dan teman baik yang aku punya, menempatkan kekuatan kami bersama. Ketika
kami membentuk lingkaran di atas panggung Mielparque Hall pada 11 January 11
aku ingin mengejar mimpi dalam hatiku. Aku yakin 1st LIVE adalah langkah pertama menuju mimpi itu.
Suwawa Mewek :'(



